Karimun, 9 September 2026 — Masyarakat nelayan Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, akhirnya angkat bicara menyikapi beredarnya video di media sosial yang memuat tudingan adanya kepentingan pribadi di balik langkah M. Rafi dan M. Yusuf dalam menyuarakan aspirasi serta memperjuangkan kepentingan masyarakat nelayan di Kecamatan Buru.
Masyarakat nelayan Buru menyatakan keberatan terhadap tudingan tersebut. Mereka menilai informasi yang beredar melalui media sosial, khususnya Facebook dan TikTok, tidak sesuai dengan fakta yang mereka ketahui dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya, sejumlah masyarakat nelayan Buru membantah adanya kepentingan pribadi yang dikaitkan dengan M. Rafi dan M. Yusuf dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.
“Video yang beredar di Facebook dan TikTok yang menyebut saudara M. Rafi dan saudara M. Yusuf mendapatkan dana sebesar Rp20 juta dari PT Barokah Baswara Abadi (BBA) untuk kepentingan pribadi, menurut kami tidak benar. Dana tersebut berkaitan dengan kegiatan saat silaturahmi dan bukan untuk kepentingan pribadi,” ujar perwakilan masyarakat nelayan Buru.
Masyarakat juga meminta agar informasi yang disampaikan melalui media sosial dapat diklarifikasi terlebih dahulu dan didasarkan pada fakta, sehingga tidak menimbulkan persepsi maupun polemik yang dapat merugikan pihak-pihak tertentu.
Terkait beredarnya konten tersebut, masyarakat menyebut terdapat akun media sosial yang mereka nilai telah menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan fakta. Mereka menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum apabila diperlukan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, untuk memperoleh informasi yang berimbang, awak media melakukan konfirmasi kepada pihak PT Barokah Baswara Abadi (BBA), dalam hal ini Bapak Henru, terkait adanya pemberian dana sebesar Rp20 juta yang menjadi perbincangan di masyarakat.
Henru membenarkan bahwa pihak perusahaan turut memberikan dukungan pendanaan untuk kegiatan tersebut.
“Benar, kita sebagai PT yang mendanai acara tersebut,” ujar Henru.
Dengan adanya klarifikasi dari masyarakat nelayan Buru maupun pihak PT BBA tersebut, persoalan mengenai penggunaan dana dan tujuan pemberiannya diharapkan dapat dilihat secara proporsional berdasarkan fakta dan keterangan dari pihak-pihak terkait.
Masyarakat nelayan Buru berharap persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan serta meminta semua pihak untuk mengedepankan klarifikasi, komunikasi dan penyampaian informasi yang bertanggung jawab sebelum mengambil kesimpulan terhadap seseorang.
HendSniper







